Semarak Kauman Art & Culture 2026, Wadah Kreativitas Santri Tanpa Batas
Kegiatan Kauman Art & Culture 2026. (Foto: Diona/TIMES Indonesia)

Semarak Kauman Art & Culture 2026, Wadah Kreativitas Santri Tanpa Batas

Suara tabuhan Tambua bergema memecah kesunyian pagi di Aula AR Sutan Mansur. Irama khas Minangkabau itu mengalun penuh semangat, disambut riuh sorak ratusan hadirin yang memadati ruangan pada Jum'at (12/06/2026).

TIMES Bukit Tinggi,Sabtu 13 Juni 2026, 13:20 WIB
0
D
Diona Arvoni

BUKIT TINGGI Suara tabuhan Tambua bergema memecah kesunyian pagi di Aula AR Sutan Mansur. Irama khas Minangkabau itu mengalun penuh semangat, disambut riuh sorak ratusan hadirin yang memadati ruangan pada Jum'at (12/06/2026).

Di atas panggung, sepasang mata muda bersinar antusias bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari semarak yang tercipta Kauman Art & Culture 2026, bukti bahwa kehidupan pesantren tak hanya tentang kitab dan dzikir, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan kepedulian.

Acara tahunan yang bertepatan dengan penutupan semester genap ini bukan sekadar pertunjukan biasa. Mengusung tema “One Stage, Infinite Expression”, ajang ini menjadi kanvas luas bagi santri kelas VII, VIII, X, dan XI untuk menuangkan potensi yang selama ini terasah.

Lebih dari sekadar unjuk bakat, kegiatan ini juga menjadi penilaian nyata atas apa yang mereka pelajari dalam mata pelajaran Seni Budaya membuktikan bahwa ilmu agama dan seni dapat berjalan beriringan secara harmonis.

article

Kemeriahan terasa sejak menit pertama. Layar lebar di depan aula menayangkan film pendek hasil karya sendiri, mengundang decak kagum atas ide dan teknik sinematografi yang ditampilkan. Setelah itu, irama Tambua yang dimainkan dengan penuh jiwa seolah membuka gerbang kreativitas yang tak terbatas.

Dalam sambutannya, Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah, Dr. Derliana, M.A., menegaskan makna di balik gelaran ini.

“Tema yang kita angkat bukan sekadar kata-kata. Ini adalah ruang merdeka, tempat anak-anak kita menampakkan potensi terbaik yang telah Allah berikan,” ujarnya dengan senyum bangga.

Ia pun menambahkan visi lembaga: “Kami tak hanya ingin melahirkan santri yang paham agama dan cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peka, kreatif, dan mencintai warisan budaya.”

Setelah pita resmi dipotong, perhatian beralih ke deretan stan pameran yang dipenuhi karya tangan santri. Di sana terhampar kain batik dengan motif yang memikat, busana hasil teknik eco printing, lukisan yang memancarkan kedamaian, hingga kerajinan unik yang terbuat dari limbah plastik bekas.

Di sela-sela mengagumi hasil karya, Dr. Derliana tak henti memuji: “Ini luar biasa. Mereka tak hanya pandai berkarya, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.” 

Sementara itu, di panggung utama, rangkaian penampilan bergantian menghibur hadirin. Ada monolog yang menyentuh kalbu, musikalisasi puisi yang mengalun indah, drama yang memadukan tawa dan makna mendalam, hingga bacaan puisi yang membawa pendengar hanyut dalam nuansa yang disampaikan.

Puncak kemeriahan hadir di penghujung acara. Seorang santriwati bernama Meisya Sri Mulyani melangkah tegak ke tengah panggung. Dengan suara yang tegas namun penuh penghayatan, ia membacakan puisi seolah membagikan kisah yang hidup di dalam hatinya.

Penampilannya begitu memukau hingga seluruh hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah sebuah apresiasi tulus bagi semangat dan bakat yang ditampilkannya.

article

Ketika tirai akhirnya ditutup dan suasana mulai reda, tersisa lebih dari sekadar kenangan indah. Kauman Art & Culture 2026 meninggalkan pesan mendalam pesantren adalah tempat yang memelihara segala aspek kemanusiaan. Di sini, iman diperkuat, ilmu dikejar, dan kreativitas diberi ruang untuk tumbuh.

Melalui gelaran ini, harapan pun ditanamkan: semoga ajang serupa terus menjadi wadah berkelanjutan yang melahirkan generasi muda Muslim yang kokoh dalam keyakinan, berwawasan luas, memiliki jiwa seni yang halus, serta siap melestarikan budaya bangsa di tengah derasnya arus zaman.

Dan saat liburan semester pun tiba, setiap santri pulang membawa lebih dari sekadar nilai rapor mereka membawa karya, pengalaman, dan keyakinan bahwa potensi dalam diri mereka tak mengenal batas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Diona Arvoni
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Bukit Tinggi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.