TIMES BUKIT TINGGI, TANAH DATAR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, menghadiri lokakarya di MTsN 2 Tanah Datar yang bertemakan Penguatan Implementasi Kurikulum dan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam rangka menyongsong Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Tanah Datar serta dihadiri oleh Kepala MtsN 2 Tanah Datar, pengawas Madrasah, Komite, KUA Salimpaung, Penyuluh Agama, dan Narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Amril menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya lokakarya tersebut sebagai momentum strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
“Lokakarya ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi harus menjadi ruang refleksi dan perubahan mindset. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.
Amril menekankan bahwa memasuki Semester Genap 2025/2026, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, transformasi digital pendidikan, di mana pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan platform digital, menjadi sebuah keharusan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai akhlakul karimah.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Madrasah diharapkan menjadi benteng moderasi beragama, dengan guru sebagai teladan dalam sikap toleran dan cara pandang keagamaan yang inklusif, sejalan dengan falsafah masyarakat Tanah Datar Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Ketiga, evaluasi kinerja dan kedisiplinan. Semester genap merupakan fase penentuan, baik untuk kenaikan kelas maupun kelulusan peserta didik. Oleh karena itu, kedisiplinan kehadiran serta ketertiban administrasi, termasuk pengelolaan e-Kinerja, harus lebih ditingkatkan dibandingkan semester sebelumnya.
Lebih lanjut, Amril juga menyampaikan pesan moral dan profesionalisme kepada seluruh GTK agar meniatkan tugas sebagai bentuk ibadah, meningkatkan adaptabilitas terhadap perubahan regulasi dan teknologi, serta mengedepankan kolaborasi daripada kompetisi internal.
“Kesuksesan MTsN 2 Tanah Datar tidak ditentukan oleh kehebatan individu, tetapi oleh kerja kolektif seluruh warga madrasah,” ujarnya.
Dalam aspek pembelajaran, diharapkan guru mampu menciptakan suasana belajar yang membahagiakan, mengoptimalkan program unggulan seperti tahfidz dan kelas digital, serta lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis dan bakat minat siswa.
Adapun output yang diharapkan dari lokakarya ini antara lain peningkatan prestasi siswa pada berbagai ajang kompetisi, terwujudnya madrasah sebagai etalase karakter di tengah masyarakat, serta komitmen MTsN 2 Tanah Datar menjadi pionir dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan lokakarya ini menjadi bukti komitmen MTsN 2 Tanah Datar untuk terus berbenah menuju madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia. (*)
| Pewarta | : Diona Arvoni |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |