HUT ke-112 Kota Malang: Banjir Hingga Macet Masih Menghantui
Banjir Kota Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

HUT ke-112 Kota Malang: Banjir Hingga Macet Masih Menghantui

Permasalahan klasik Kota Malang seperti banjir, kemacetan, dan parkir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya optimal.

,Rabu 1 April 2026, 14:17 WIB
1.6K
R
Rizky Kurniawan Pratama

TIMESINDONESIAPermasalahan klasik Kota Malang seperti banjir, kemacetan, dan parkir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya optimal. Bahkan, di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, persoalan-persoalan itu masih menghantui masyarakatnya sendiri.

Banjir yang menjadi permasalahan utama, nyatanya sampai detik ini masih terus terjadi. Padahal, sejumlah proyek strategis provinsi hingga daerah sudah digenjot, namun belum ada dampak signifikan.

Dari data terakhir yang dimiliki BPBD Kota Malang, pada Sabtu (14/3/2026) saat hujan deras, setidaknya ada 21 titik dilaporkan banjir. Kemudian, pada Senin (30/3/2026) lalu, ada laporan 16 titik banjir dan semuanya hampir merata di 5 Kecamatan Kota Malang.

Paling parah, tentu berada di kawasan Lowokwaru bahkan, Soekarno-Hatta (Suhat) yang menjadi titik krusial megaproyek drainase yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Proyek yang telah tuntas dikerjakan, nyatanya belum berdampak dan banjir masih tetap terjadi di kawasan tersebut.

Kemudian, untuk kemacetan pun juga masih menjadi keluhan utama masyarakat. Seperti halnya di kawasan Muharto bahkan di Jalan Borobudur yang sempat terjadi kemacetan akibat banyaknya gerobak sampah yang berhenti di tepi jalan dan menumpuknya arus lalu lintas.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengakui belum optimalnya penuntasan sejumlah program dan janji politiknya, yakni banjir, macet dan parkir.

Namun, hal itu bukan tanpa alasan. Menurut Wahyu, kompleksitas persoalan di wilayah perkotaan membuat penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara instan.

“Seperti banjir, parkir, macet, itu tidak bisa diselesaikan simsalabim. Kami dilantik lalu langsung selesai, tidak seperti itu. Semua ada tahapannya,” ujar Wahyu, Rabu (1/4/2026).

Wahyu mengungkapkan, pendekatan bertahap menjadi strategi utama Pemkot Malang dalam mengurai persoalan tersebut. Setiap program dirancang berbasis perencanaan jangka menengah dengan target capaian yang terukur.

Untuk penanganan banjir, misalnya, Pemkot Malang terus melakukan pembenahan sistem drainase dan normalisasi titik-titik rawan genangan. Sementara itu, di sektor transportasi, upaya mengurai kemacetan dilakukan melalui rekayasa lalu lintas serta penguatan kebijakan transportasi berkelanjutan.

Di sisi lain, penataan parkir juga menjadi fokus penting guna mengurangi penyempitan badan jalan yang kerap menjadi pemicu kemacetan. Optimalisasi kawasan parkir dan penertiban parkir liar disebut terus dilakukan secara simultan.

“Alhamdulillah semuanya berproses dan progresnya sangat baik. Kami optimistis seluruh target, termasuk optimalisasi penanganan banjir, macet, dan parkir, bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Dengan strategi bertahap tersebut, Pemkot Malang menargetkan perbaikan signifikan pada tata kelola infrastruktur perkotaan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan berjalannya program prioritas yang telah dirancang.

Wahyu Hidayat menegaskan, penanganan tiga persoalan tersebut kini terus digenjot secara bertahap sebagai bagian dari realisasi janji politiknya bersama Wakil Wali Kota.

Menurut Wahyu, hampir satu tahun masa kepemimpinannya, sejumlah program prioritas yang tertuang dalam RPJMD Kota Malang mulai menunjukkan progres signifikan. Program tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk penguatan budaya, pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan.

“Ini bagian dari realisasi janji politik saya dengan Mas Wakil. Kurang lebih satu tahun berjalan, beberapa hal sudah kita selesaikan. Data-data juga sudah kita rampungkan, tinggal beberapa terkait infrastruktur perkotaan yang memang harus dilakukan secara bertahap,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio