Pengamanan Kunker Presiden di Mujahadah Kubro 1 Abad NU Kota Malang, Personel Ditambah Jadi 5.000 Lebih
Pengamanan kunjungan kerja (kunker) Presiden RI Prabowo Subianto pada kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026 diperketat.
MALANG – Pengamanan kunjungan kerja (kunker) Presiden RI Prabowo Subianto pada kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026 diperketat.
Jumlah personel pengamanan ditambah menjadi lebih dari 5.000 personel yang disiagakan secara terpadu demi memastikan keamanan VVIP berjalan tanpa celah.
Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgas Pamwil), menjelaskan bahwa pengamanan kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi pengamanan VVIP yang berada di bawah kendali Pangdam V/Brawijaya sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Pam VVIP.
“Saya selaku Danrem 083/Baladhika Jaya bertindak sebagai Dansatgas Pamwil dan bertanggung jawab langsung kepada Pangdam V/Brawijaya selaku Pangkogasgabpad Pam VVIP. Wakil saya adalah Karo Ops Polda Jawa Timur,” ujar Kolonel Kohir, Sabtu (7/2/2026).
Ia mengungkapkan, kekuatan personel yang disiapkan dalam pengamanan tersebut mencapai sekitar lima ribuan personel. Namun, jumlah itu bersifat dinamis dan dapat bertambah sesuai dengan eskalasi situasi serta potensi ancaman yang berkembang.
“Kami tidak bisa menyebutkan secara spesifik jumlahnya, tetapi kurang lebih sekitar lima ribu personel. Jumlah ini dinamis, menyesuaikan dengan situasi dan perkembangan di lapangan,” ungkapnya.
Menurut Kohir, seluruh unsur pengamanan telah melakukan koordinasi intensif melalui rapat koordinasi wilayah (rakorwil) bersama Forkopimda dan panitia, serta rapat koordinasi pengamanan (rakorpam) lintas instansi.
Dalam rapat tersebut telah ditetapkan pembagian tugas, penempatan personel, serta skema pengamanan di seluruh titik krusial.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada satu jenis ancaman. Seluruh potensi gangguan, baik perorangan maupun kelompok, termasuk antisipasi rombongan liar, menjadi perhatian serius aparat.
“Pengamanan VVIP ini kami laksanakan secara all out. Targetnya zero failure, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun. Gangguan dari perorangan, kelompok, maupun bentuk ancaman lainnya, semuanya harus diantisipasi,” tegasnya.
Meski demikian, Kohir menegaskan bahwa detail teknis pengamanan, termasuk skema pemeriksaan di titik-titik masuk, tidak dapat disampaikan ke publik karena merupakan bagian dari tugas dan strategi pengamanan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa 5.000 lebih personel tersebut tidak hanya disiagakan untuk pengamanan puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU, tetapi mencakup seluruh rangkaian kegiatan Presiden RI selama berada di wilayah Malang.
“Pengamanan mencakup seluruh rangkaian kegiatan Presiden, mulai dari kedatangan di bandara, perjalanan ke hotel, hingga ke lokasi kegiatan dan titik-titik lain yang dikunjungi. Semua personel kami tempatkan untuk mengamankan seluruh rangkaian tersebut,” pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
