UB Ciptakan Digitree, Scan Barcode Pohon untuk Belajar Konservasi
Contoh barcode Digitree yang dapat discan dan langsung memberikan informasi mengenai pohon tersebut. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

UB Ciptakan Digitree, Scan Barcode Pohon untuk Belajar Konservasi

Universitas Brawijaya menciptakan aplikasi edukasi bertajuk “Digitree”, sebuah sistem digitalisasi pohon untuk mendukung edukasi terhadap masyarakat.

,Senin 25 Mei 2026, 23:36 WIB
738
M
Miranda Lailatul Fitria

MALANGDalam memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kampus yang ramah lingkungan, Universitas Brawijaya menciptakan aplikasi edukasi bertajuk “Digitree”, sebuah sistem digitalisasi pohon untuk mendukung edukasi terhadap masyarakat. 

Kepala labTEVA Fakultas Vokasi UB, Seno, menyampaikan bahwa hal tersebut dirancang untuk edukasi, rekreasi, dan partisipasi sivitas akademika UB. Terdapat kurang lebih 63 pohon dari 16 spesies yang tercantum di Digitree.

“Kita merancang Digitree ini memang untuk edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya pada (22/5/2026). 

Ia menjelaskan cara menggunakan Digitree adalah dengan meng-scan barcode nama tumbuhan. Nantinya disana tercantum informasi mengenai tumbuhan tersebut seperti taksonomi, morfologi, manfaat, hingga cerita rakyat berbentuk animasi pohon tersebut. 

Penggunaan animasi tersebut adalah untuk menyesuaikan minat generasi muda supaya informasi dapat disampaikan dengan mudah. 

Seno menambahkan bahwa selain sebagai fungsi ekologis, Digitree bisa menarik perhatian mahasiswa lebih luas untuk dapat berpartisipasi dalam konservasi alam.

article

“Harapan kami dengan adanya itu akan menjadi bagian dari upaya adik-adik untuk terus mencari pohon-pohon itu agar bisa memberikan partisipasi untuk konservasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP, M.Env.Mgt, Ph.D menjelaskan bahwa terdapat pohon-pohon langka di UB yang masuk dalam layanan Digitree. Hal tersebut dinilai dapat memberikan lanskap baru bahwa pohon-pohon ini juga harus dilestarikan. 

“Terdapat pohon-pohon langka dunia yang memberikan lanskap bahwa ini harus dilestarikan, pun pohon-pohon biasa juga,” jelasnya. 

Ia sangat mendukung penuh inovasi ini. Hal tersebut berkaitan dengan sustainability campus dengan menyediakan ruang-ruang hijau di kampus. Selain itu, komitmen pimpinan Universitas Brawijaya juga kuat dalam mendukung program green campus. 

Ia menambahkan bahwa pohon-pohon tersebut dapat memperkaya biodiversitas di UB.  Ia berharap bahwa UB dapat menjadi contoh kampus berkelanjutan dan penjaga kelestarian alam.

“Harapannya Universitas Brawijaya tidak hanya sebagai kampus yang berkelanjutan, tapi ke depannya adalah kampus yang berkontribusi dalam menjaga plasma nutfah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Imadudin Muhammad